CIMAHI* — Pemerintah Kota Cimahi memastikan pembangunan Underpass Gatot Subroto mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas infrastruktur transportasi di Kota Cimahi.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat pengguna jalan diminta bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak.
Dinas Perhubungan Kota Cimahi menyatakan skema pengaturan arus kendaraan telah disiapkan. Kendaraan besar seperti truk dan bus akan diarahkan melalui Jalan Mahar Martanegara dari dan menuju Gerbang Tol Baros, atau dapat menggunakan Gerbang Tol Pasirkoja.
Sementara itu, kendaraan kecil dari arah utara menuju selatan yang biasanya melintasi Jalan Gatot Subroto akan diarahkan melalui Jalan Pasir Kumeli. Pengendara dari arah Padalarang dan sekitarnya juga akan diarahkan melalui Jalan Usman Dhomiri, kemudian melalui kawasan Pondok Dustira dan kembali menuju Jalan Sudirman.
Pemkot Cimahi juga telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan akibat perubahan arus, di antaranya Jalan Pasir Kumeli dan Jalan Usman Dhomiri.
Personel gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri akan disiagakan untuk membantu mengatur lalu lintas selama pembangunan berlangsung. Pemerintah juga menyiapkan rambu-rambu serta sosialisasi rute alternatif kepada masyarakat.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan arahan petugas, menyesuaikan waktu perjalanan, serta mempertimbangkan rute alternatif selama pengerjaan berlangsung.
Pembangunan Underpass Gatot Subroto merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas transportasi jalan dan perkeretaapian, termasuk mendukung operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Anggaran pembangunan fisiknya telah dialokasikan dalam DPA APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
*Sumber: Pemerintah Kota Cimahi*
