Persib Menang 1-0 di Korea: Ketika Tanah Pasundan Kembali Bicara di Asia

SEOUL — Ada kemenangan yang cukup dirayakan dengan tiga poin. Ada pula kemenangan yang terasa seperti membawa sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Persib Bandung termasuk yang kedua.Bermain di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu (16/9/2026), Maung Bandung menundukkan tuan rumah FC Seoul dengan skor 1-0 dalam laga perdana Grup E AFC Champions League Two 2026/2027. Satu gol Julio Cesar pada menit kelima menjadi pembeda.Namun setelah gol itu, Persib harus melewati malam yang panjang.

FC Seoul terus memberikan tekanan. Persib dipaksa bertahan, menjaga konsentrasi, dan mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit akhir. Teja Paku Alam beberapa kali menjadi bagian penting dari upaya Persib menjaga gawangnya tetap bersih.

Satu gol. Nol kebobolan. Tiga poin.

Dan kali ini, tiga poin itu dibawa pulang dari Korea Selatan.

Bukan sekadar menang di kandang lawan

Kemenangan ini memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan klub Indonesia di kompetisi Asia. Persib tercatat menjadi klub Indonesia pertama yang meraih kemenangan saat menghadapi klub Korea Selatan di laga tandang pada kompetisi antarklub Asia.

Sebelumnya, Persib sendiri pernah mengalami kekalahan 2-5 dari Ilhwa Chunma pada Asian Club Championship 1995.Lebih dari tiga dekade kemudian, ceritanya berubah. Dulu datang ke Korea dan pulang dengan kekalahan. Kini datang ke Korea dan pulang membawa kemenangan. Dan yang dibawa bukan hanya nama Persib. Di belakang nama itu ada Bandung.

Ada Bobotoh. Ada Jawa Barat. Ada sebuah identitas yang selama puluhan tahun melekat pada klub ini: Maung Bandung.

Dari Bandung, dari Tanah Pasundan Persib bukan sekadar klub sepak bola ba

Ia tumbuh bersama kota dan masyarakat yang membentuknya.Bandung menjadi rumahnya. Jawa Barat menjadi ruang besarnya. Dan dalam konteks budaya, Persib membawa identitas Tanah Pasundan setiap kali bermain di luar daerah, terlebih ketika tampil di panggung Asia. Itulah mengapa kemenangan di Seoul terasa berbeda.

Ketika Julio Cesar mencetak gol pada menit kelima, yang bergetar bukan hanya jaring gawang FC Seoul.Di Bandung, di Cimahi, di Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi, hingga berbagai wilayah Jawa Barat lainnya, ribuan mata mengikuti pertandingan dari jauh.Begitu pula Bobotoh yang datang langsung ke Korea. Lebih dari 1.000 Bobotoh dilaporkan hadir di Seoul World Cup Stadium untuk mendukung Persib secara langsung. Jarak ribuan kilometer ternyata tidak cukup jauh untuk memisahkan klub dengan rumahnya.

Tanah Pasundan, kini punya cerita baru di Seoul

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan Persib malam itu. Korea Selatan dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia. FC Seoul juga bukan lawan sembarangan. Namun Persib datang bukan untuk menjadi penonton.Mereka datang membawa nama sendiri. Dan selama 90 menit lebih, nama itu dipertahankan.

Bukan dengan permainan yang selalu sempurna. Bukan dengan pesta gol. Tetapi dengan satu gol cepat dan ketahanan sepanjang pertandingan.Bahkan pada masa tambahan waktu, Persib masih memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan. Sepakan Thom Haye sempat mengenai tiang gawang. Hingga pertandingan selesai, skor 1-0 tetap bertahan.

Seoul akhirnya menjadi saksi.

Bahwa dari sebuah kota di Jawa Barat, sebuah klub bernama Persib Bandung mampu datang ke Korea Selatan dan pulang membawa kemenangan.

Satu langkah, bukan akhir perjalanan

Kemenangan ini membuat Persib mengawali Grup E ACL Two 2026/2027 dengan tiga poin. Namun perjalanan masih panjang.Maung Bandung masih harus menghadapi Melbourne Victory dan The Cong-Viettel dalam fase grup. Karena itu, kemenangan di Seoul bukan garis akhir.Ini baru halaman pertama. Tetapi mungkin justru halaman pertama itulah yang paling mudah dikenang. Sebab ada kemenangan yang hanya tercatat di papan skor. Dan ada kemenangan yang kemudian menjadi bagian dari cerita sebuah daerah.

Malam itu, Persib menang 1-0 di Korea.

Dan dari kejauhan, Tanah Pasundan seperti ikut berkata:“Kami datang. Kami bertanding. Kami tidak hanya membawa nama klub—kami membawa rumah.”

Sumber Informasi Informasi dalam artikel ini berasal dari sumber yang relevan dan telah melalui proses penyuntingan NEXASORA.
Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi dan cerita lokal NEXASORA.

Punya informasi menarik?

Bagikan informasi, peristiwa, cerita, atau kegiatan dari kota Anda kepada NEXASORA.

Kirim Informasi →