CIMAHI — Hampir Rp1 miliar uang APBD Kota Cimahi digelontorkan untuk memperbaiki Jembatan Raden Demang Hardjakusumah, akses yang berada di kawasan Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi.
Nilainya tepat Rp980 juta.
Namun, ada cerita lain di balik angka tersebut. Jembatan ini sebelumnya mengalami masalah pada bagian pelat injak hingga akhirnya ditutup. Kini, pekerjaan perbaikan dikebut siang dan malam agar akses masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin.
Berawal dari Pelat Injak yang Amblas
Masalah pada jembatan mulai terlihat pada Juni 2026, ketika bagian pelat injak mengalami amblas.
Pelat injak merupakan bagian konstruksi yang menjadi penghubung atau peralihan antara jalan biasa dengan lantai jembatan. Kondisi tersebut membuat Pemkot Cimahi harus mengambil langkah perbaikan untuk memastikan keamanan sebelum jembatan kembali digunakan masyarakat.
Jembatan kemudian ditutup sejak 19 Agustus 2026.
Bagi warga yang biasa menggunakan akses tersebut, penutupan tentu bukan perkara kecil. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting untuk mobilitas masyarakat di sekitar kawasan Pemkot Cimahi.
Selama kendaraan roda empat belum bisa melintas, pengguna mobil diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Daeng Ardiwinata (Cihanjuang) dan Jalan Amir Machmud.
Rp980 Juta untuk Perkuatan Jembatan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menyebut perbaikan jembatan menelan anggaran Rp980 juta dari APBD Kota Cimahi 2026.
Pekerjaan utamanya adalah perkuatan pelat injak beton menggunakan tiang pancang.
Artinya, pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki permukaan jalan agar terlihat kembali rapi. Ada bagian struktur yang diperkuat untuk memastikan jembatan dapat kembali digunakan dengan aman.
Seharusnya Tiga Bulan, Dikebut Siang-Malam
Menariknya, pekerjaan tersebut sebenarnya memiliki jadwal awal sekitar tiga bulan.
Namun Pemkot Cimahi bersama kontraktor sepakat melakukan percepatan dengan sistem pengerjaan siang dan malam.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan percepatan dimungkinkan karena material yang digunakan berbeda sehingga beberapa pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan lebih cepat.
Salah satu contohnya adalah proses pengecoran. Material standar membutuhkan waktu sekitar 28 hari sebelum dapat dilalui, sementara material yang digunakan dalam pekerjaan ini disebut memungkinkan bagian tertentu dilalui sekitar 24 jam setelah pekerjaan.
Tetapi Pemkot menegaskan bahwa percepatan tersebut bukan berarti spesifikasi teknis dikurangi.
Ngatiyana meminta kontraktor dan konsultan tetap menjaga kualitas pekerjaan serta masa pakai jembatan agar hasil perbaikan tidak hanya bertahan sebentar.
Motor Sudah Bisa Lewat, Mobil Masih Menunggu
Setelah sebelumnya direncanakan dibuka pada 5 September, akses jembatan akhirnya dibuka secara terbatas pada Senin, 7 September 2026 pukul 08.00 WIB.
Untuk sementara, hanya sepeda motor yang diperbolehkan melintas. Aksesnya dibuka dua arah dan dapat digunakan selama 24 jam tanpa sistem buka-tutup.
Sementara kendaraan roda empat masih harus menunggu karena pekerjaan perbaikan belum sepenuhnya selesai. Pemkot menyebut pekerjaan lanjutan masih dilakukan di bagian pinggir jembatan sebelum seluruh kendaraan diperbolehkan melintas.
Targetnya: Akhir September 2026
Kabar baiknya, masa tunggu bagi pengguna mobil diperkirakan tidak akan terlalu lama.Per 7 September 2026, Pemkot Cimahi menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam dua hingga tiga pekan, atau pada akhir September 2026.
Jika target tersebut tercapai, Jembatan Raden Demang Hardjakusumah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan demikian, dari sisi warga, ada dua hal yang kini ditunggu: jembatan kembali terbuka sepenuhnya dan hasil perbaikannya benar-benar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Hampir Rp1 Miliar, Apa yang Harus Dilihat Warga?
Nilai Rp980 juta tentu bukan angka kecil. Apalagi sumbernya berasal dari APBD Kota Cimahi, yang berarti pada akhirnya merupakan uang publik yang penggunaannya memang layak diketahui masyarakat.
Tetapi menilai proyek ini hanya dari nominal anggarannya juga tidak cukup. Ada pekerjaan struktur yang harus diperkuat, ada alasan keselamatan di balik penutupan, ada upaya percepatan agar akses warga tidak terlalu lama terganggu, dan ada target agar hasil pekerjaan memiliki masa pakai panjang. Karena itu, pertanyaan paling penting bukan hanya “berapa anggarannya?”
Apakah Rp980 juta tersebut menghasilkan jembatan yang lebih aman, lebih kuat, dan bisa digunakan warga dalam jangka panjang?
Jawabannya pada akhirnya akan terlihat setelah seluruh kendaraan kembali diperbolehkan melintas dan jembatan menjalani aktivitas normal seperti sebelumnya. Untuk sementara, motor sudah kembali jalan. Mobil masih menunggu.
Dan Pemkot Cimahi menargetkan semuanya kembali normal sebelum September berakhir
