Dari Bandung ke Spider-Man: Jejak /rif hingga “FOR REVENGE” di Panggung Musik Film Dunia

Bandung bukan hanya kota kreatif yang melahirkan banyak musisi. Beberapa di antaranya bahkan pernah membawa nama kota ini hingga ke proyek musik film Spider-Man.*

Bandung selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kota penting dalam perkembangan musik Indonesia. Dari panggung-panggung kecil, komunitas musik, hingga industri rekaman nasional, kota ini terus melahirkan musisi dengan karakter yang kuat.

Menariknya, jejak tersebut juga pernah sampai ke salah satu waralaba film superhero paling populer di dunia: Spider-Man.

Salah satu nama yang mencatat sejarah tersebut adalah /rif.

/rif dan “Dunia” di Spider-Man

Band rock asal Bandung /rif pernah menjadi bagian dari album soundtrack film Spider-Man yang dirilis pada 2002.

Lagu mereka, *”Dunia”, masuk dalam album soundtrack film pertama *Spider-Man garapan sutradara Sam Raimi. Kehadiran /rif dalam album tersebut membuat musik dari Bandung berada dalam satu rilisan dengan sejumlah nama besar dari kancah musik internasional.

Bagi skena musik Bandung, pencapaian tersebut bukan sekadar soal sebuah lagu yang masuk ke daftar soundtrack film.

Ini menunjukkan bahwa karya musisi yang tumbuh dari sebuah kota di Jawa Barat dapat memiliki ruang di proyek hiburan berskala global.

Nama /rif sendiri telah lama menjadi bagian dari perjalanan musik rock Indonesia. Dengan karakter musik yang kuat dan perjalanan panjang sejak era awalnya, band ini kemudian dikenal luas melalui sejumlah lagu seperti “Radja”, “Bunga”, dan “Dunia”.

Dan dari sinilah sebuah cerita menarik tentang Bandung dan Spider-Man mulai terbentuk.

Lebih dari Dua Dekade Kemudian, Nama Bandung Kembali Muncul

Lebih dari dua dekade setelah /rif masuk dalam soundtrack Spider-Man, nama lain dari Bandung kembali muncul dalam proyek musik yang berkaitan dengan sang manusia laba-laba.

Kali ini giliran for Revenge.

Band asal Bandung tersebut merilis lagu “I Miss You Every Brand New Day” pada 28 Juli 2026. Lagu tersebut dibuat untuk proyek Spider-Man: Brand New Day melalui kerja sama Sony Pictures dan Sony Music Entertainment Indonesia.

Lagu tersebut menerjemahkan sisi emosional Peter Parker ke dalam karakter musik for Revenge. Dalam prosesnya, mereka juga melibatkan sejumlah kolaborator, termasuk Cynantia Pratita sebagai vokalis tamu dan Kamga sebagai pengarah vokal.

Kehadiran for Revenge menjadi menarik karena memperlihatkan bahwa perjalanan musisi Bandung menuju proyek musik berskala internasional bukan cerita yang berhenti pada generasi sebelumnya.

Dari “Dunia” ke “I Miss You Every Brand New Day”

Ada jarak waktu sekitar 24 tahun antara dua momen tersebut.

Pada 2002, /rif membawa lagu “Dunia” ke album soundtrack Spider-Man.

Pada 2026, for Revenge menghadirkan “I Miss You Every Brand New Day” untuk proyek Spider-Man: Brand New Day di Indonesia. Lagu tersebut menjadi bagian dari kampanye musik film untuk pasar Indonesia, sekaligus kembali mempertemukan nama musisi Bandung dengan salah satu waralaba film terbesar dunia.

Keduanya tentu lahir dalam konteks industri yang berbeda.

Namun, ada satu benang merah yang menarik: Bandung kembali menunjukkan kemampuannya melahirkan musik yang dapat menjangkau audiens di luar batas kotanya.

Bandung dan Ekosistem Musiknya

Cerita /rif dan for Revenge juga memperlihatkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar pencapaian dua band.

Bandung memiliki ekosistem musik yang tumbuh dari komunitas, ruang kreatif, panggung independen, hingga industri profesional. Lingkungan tersebut membuat banyak musisi memiliki kesempatan untuk berkembang dan membangun identitasnya sendiri.

Tidak semua musisi Bandung akan masuk ke proyek film Hollywood.

Namun ketika dua generasi berbeda dapat muncul dalam proyek yang berkaitan dengan Spider-Man, hal tersebut menjadi bagian menarik dari sejarah perkembangan musik kota ini.

Bagi Bandung, pencapaian tersebut bukan hanya tentang siapa yang tampil atau lagu apa yang digunakan.

Ini tentang bagaimana karya yang lahir dari sebuah kota dapat bergerak semakin jauh.

Dari panggung lokal.

Ke industri nasional.

Dan, pada momen tertentu, sampai ke proyek hiburan yang dikenal di seluruh dunia.

Bandung Selalu Punya Cerita

Kisah /rif dan for Revenge menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah kota kreatif tidak selalu terlihat dari gedung besar atau industri berskala nasional.

Kadang, jejaknya justru terlihat dari sebuah lagu.

Dari band yang memulai perjalanan di Bandung.

Dari panggung-panggung yang mungkin awalnya hanya ditonton komunitas sendiri.

Kemudian, bertahun-tahun setelahnya, nama Bandung muncul kembali di sebuah proyek yang ditonton oleh jutaan orang.

Dari “Dunia” milik /rif hingga “I Miss You Every Brand New Day” milik for Revenge, Bandung kembali memperlihatkan satu hal: kota ini memang tidak pernah kehabisan cerita tentang musik.

Dan mungkin, cerita berikutnya masih sedang dibuat di salah satu sudut kota Bandung hari ini.

Nexasora — Suara setiap kota. Informasi untuk semua.

Sumber Informasi Informasi dalam artikel ini berasal dari sumber yang relevan dan telah melalui proses penyuntingan NEXASORA.
Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi dan cerita lokal NEXASORA.

Punya informasi menarik?

Bagikan informasi, peristiwa, cerita, atau kegiatan dari kota Anda kepada NEXASORA.

Kirim Informasi →