BANDUNG — Pemandangan kabel internet yang bertumpuk, menjuntai, hingga memenuhi tiang di sejumlah ruas jalan Kota Bandung kembali menjadi perhatian. Penataan jaringan kabel udara terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung sebagai bagian dari upaya merapikan wajah kota sekaligus meningkatkan keamanan ruang publik.
Program ini bukan sekadar memindahkan kabel dari satu tiang ke tiang lainnya.Pemkot Bandung tengah mendorong penurunan kabel udara ke jaringan serat optik bawah tanah secara bertahap di berbagai ruas jalan.Langkah tersebut sudah dimulai sejak Juni 2026 dan menjadi bagian dari program penataan infrastruktur pasif telekomunikasi Kota Bandung.
Bukan cuma soal estetika
Selama bertahun-tahun, kabel udara menjadi bagian dari pemandangan jalanan Bandung. Masalah muncul ketika jumlah kabel semakin banyak dan pemasangannya tidak tertata. Ada kabel yang menggantung rendah, menumpuk pada satu tiang, bahkan terdapat jaringan yang sudah tidak digunakan tetapi masih berada di udara.
Pemkot Bandung sebelumnya menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu alasan penataan harus dilakukan secara menyeluruh. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahkan pernah menyebut lebih dari separuh kabel yang berada di udara merupakan kabel yang sudah tidak aktif. Artinya, persoalannya bukan hanya,
Bandung terlihat semrawut tetapi juga bagaimana ruang publik dan infrastruktur telekomunikasi dikelola secara lebih tertib.
Penertiban dilakukan bertahap
Penataan kabel udara di Bandung dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, penertiban menyasar kawasan seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Sunda, Tamblong, Veteran, Merdeka hingga Lembong. Program kemudian terus diperluas. Pada pertengahan Juli 2026, Pemkot Bandung mencatat 15 ruas jalan telah ditangani dan menargetkan penataan mencapai 85 ruas jalan hingga akhir 2026. Sejumlah ruas yang lebih panjang juga mulai menjadi perhatian pemerintah memasuki paruh kedua tahun ini.
ISP juga harus beradaptasi
Penertiban kabel udara bukan tanpa tantangan. Salah satu persoalan terbesar adalah memastikan pemindahan jaringan tidak membuat pelanggan kehilangan akses internet. Saat penertiban awal di kawasan Jalan Merdeka pada Juni lalu, sejumlah operator dilaporkan mengalami gangguan layanan. Sementara pemotongan di Jalan Asia Afrika sempat ditunda karena sebagian operator belum siap secara teknis untuk bermigrasi ke jaringan bawah tanah.
Karena itu, proses penataan tidak bisa hanya dilakukan dengan memotong kabel yang terlihat semrawut. Ada proses koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pengelola jaringan bawah tanah agar perpindahan dapat dilakukan tanpa mengganggu layanan masyarakat.
Bandung ingin ruang publik lebih rapi
Bagi Pemkot Bandung, penataan kabel merupakan bagian dari pembenahan infrastruktur kota. Targetnya bukan hanya membuat langit Bandung lebih bersih dari lilitan kabel, tetapi juga menciptakan ruang jalan yang lebih tertata dan aman. Dan pekerjaan itu masih panjang. Dengan target puluhan ruas jalan hingga akhir 2026, warga kemungkinan masih akan melihat aktivitas penataan kabel di berbagai kawasan Bandung dalam beberapa waktu ke depan.
Kabel yang selama ini dianggap sebagai pemandangan biasa di atas jalan, perlahan sedang dipindahkan ke bawah tanah. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah kabel udara Bandung akan ditata, tetapi seberapa cepat seluruh jaringan bisa beradaptasi tanpa mengganggu koneksi internet warga.
