Bandung Terasa Makin Gerah, Suhu Siang Capai 33°C, BMKG: Bukan Pancaroba

**NEXASORA, BANDUNG** — Warga Kota Bandung dalam dua hari terakhir merasakan udara yang lebih panas dan gerah, terutama pada siang hingga malam hari. Kondisi tersebut terjadi ketika temperatur maksimum di Bandung tercatat mencapai sekitar **32–33°C**.Tak hanya pada siang hari, suhu udara pada malam hari juga terasa lebih hangat. Berdasarkan catatan **BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung**, temperatur minimum dalam dua hari terakhir berada di kisaran **21–22°C**.Kondisi tersebut membuat udara Bandung terasa berbeda dari biasanya. Suhu yang cukup tinggi berpadu dengan kelembapan udara yang juga relatif tinggi sehingga membuat suasana terasa panas dan lembap.

## Mengapa Bandung Terasa Panas dan Gerah?

BMKG menjelaskan, kondisi gerah yang dirasakan masyarakat saat ini berkaitan dengan faktor cuaca lokal.Pertumbuhan awan lokal yang cukup banyak serta kelembapan udara yang berada di kisaran **55–80 persen** menjadi salah satu faktor yang membuat udara terasa lebih lembap dan panas.Kombinasi temperatur dan kelembapan tersebut menyebabkan tubuh lebih sulit melepaskan panas melalui penguapan keringat. Akibatnya, udara dapat terasa lebih **sumuk, pengap, dan membuat tubuh lebih mudah berkeringat**.Kondisi ini juga dapat membuat suhu yang sebenarnya tidak terlalu ekstrem terasa lebih panas ketika dirasakan langsung oleh tubuh.

## BMKG: Belum Memasuki Masa Pancaroba

Meski Bandung sedang terasa lebih panas dan gerah, BMKG menegaskan kondisi tersebut **belum menunjukkan bahwa wilayah Bandung telah memasuki masa peralihan musim atau pancaroba**.Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, **Edi Wibowo**, menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih dipengaruhi oleh faktor lokal.> “Suhu udara minimum cukup hangat dua hari terakhir pada kisaran 21–22°C, kelembapan udara cukup lembap 55–80%, sehingga kondisi udara terasa panas-lembap (sumuk). Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lokal, belum menuju ke peralihan musim,” kata Edi Wibowo. Dengan demikian, rasa gerah yang muncul di Kota Bandung saat ini lebih berkaitan dengan kombinasi kondisi temperatur, kelembapan, dan pertumbuhan awan lokal, bukan karena Bandung sudah memasuki masa pancaroba.

## Warga Bandung Perlu Tetap Waspada Cuaca

Kondisi udara panas dan lembap dapat membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih melelahkan, terutama pada periode siang ketika temperatur berada pada titik tertingginya. Masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Bagi warga Bandung, perubahan rasa udara dalam beberapa hari terakhir ini menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca perkotaan dapat berubah cukup cepat meskipun belum memasuki pergantian musim.

Sumber Informasi Informasi dalam artikel ini berasal dari sumber yang relevan dan telah melalui proses penyuntingan NEXASORA.
Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi dan cerita lokal NEXASORA.

Punya informasi menarik?

Bagikan informasi, peristiwa, cerita, atau kegiatan dari kota Anda kepada NEXASORA.

Kirim Informasi →